Isi Perjanjian Hudaibiyah Menurut Islam

Isi Perjanjian Hudaibiyah – Tahukah kamu tentang sebuah perjanjian Hudaibiyah ? Yaitu salah satu perjanjian antara kedua pihak antara lain kaum muslimin dari Madinah dan kaum Musyrikin dari Mekah. Perjanjian yang telah ditandatangai di lembah Hudaibiyah daerah pinggiran Mekah ini terjadi pada tahun ke 6. Pada masa ini merupakan salah satu masa Rasulullah hijrah dari Mekah ke Madinah.

Nabi Muhammad SAW merupakan seorang pemimpin dari rombongan kaum muslimin yang akan melakukan ibadah haji di Mekah. Akan tetapi mereka terhalang oleh kaum musyrik Quraisy warga Mekah. Rasulullah juga mengajak untuk bernegosiasi dalam kesepakatan ini sepakat dalam sebuah perjanjian untuk damai.

Nah, untuk kamu yang suka dengan sejarah Islam ini tentunya sangat ingin tahu mengenai salah satu latar belakang dan juga isi perjanjian Hudaibiyah bukan? Pasalnya, pada perjanjian ini merupakan salah satu sejarah yang tidak bisa begitu terlupakan. Karena perjanjian ini mempunyai latar belakang dan isi perjanjian yang sangat mengikat sekali. Oleh karena itu, mari belajar bersama untuk mengenal Isi Perjanjian Hudaibiyah dibawah ini !

Latar Belakang Perjanjian Hudaibiyah

Apa itu Hudaibiyah ? Hudaibiyah adalah salah satu tempat atau sumur yang terdapat di sebelah barat daya di kota Mekah dengan jarak kurang lebih 22km. Peristiwa ini terjadi karena bersamaan dengan Nabi Muhammad SAW membawa rombongannya untuk umroh ke Mekah. Meskipun Nabi Muhammad sendiri ini mengetahu bahwa kaum musyrikin di Mekah akan menghadang perjalanannya.

Pasalnya, Nabi Muhammad SAW sendiri ini membawa rombongan yang sangat banyak dengan jumlah 1400orang. Berdasarkan lima orang yang telah menyaksikan perjanjian Hudaibiyah ini secara langsung. Berdasarkan riwayat Imam Bukhari ketika perjanjian Hudaibiyah untuk peralatan perang dalam mengantisipasi penyerangan yang akan dilakukan oleh kaum Musyrikin, sedangkan kaum Muslimin membawa peralatan senjata.

Setiba di Dzulhulaifah para rombongan Nabi Muhammad SAW ini, mereka langsung shalat dan berihram dalam melaksanakan umrah. Dalam melaksanakan Umroh bahwa Nabi Muhammad SAW ini membawa sebanyak 70ekor unta.

Setiba di Usfan yang mempunyai jarak kurang lebih 80km dari kota Mekah, pengikut dari Nabi Muhammad SAW yakni Busra bin Sufyun memberikan kabar kepada Beliau bahwa kaum musyrikin telah mengetahui kedatangannya. Hal tersebut akan membuat para rombongan kaum muslimin dihadang oleh kaum musyrikin untuk menuju ke Meka melakukan umroh.

Kemudian Nabi Muhammad SAW merespon dan meminta pendapat sahabat tentang keinginan dalam menyerang orang yang membantu dan bersekutu dengan membantu kaum Quraisy setelah mendengar penjelasan dari Busra bin Sufyun. Sedangkan untuk Abu Bakar Radhiyallahu anhu mempunyai pendapat bahwa mereka harus tetap melanjutkan perjalanannya menuju ke Mekah.

Isi Perjanjian Hudaibiyah

Dalam perjanjian Hudaibiyan ini mempunyai 5 pokok antara lain:

-Kesepakatan ini disetujui oleh pihak muslimin dan musyrikin tidak boleh ada pengkhianatan atau pelanggaran.
-Tidak saling menyerang antara pihak kaum muslimin dengan penduduk Mekah selama 10 tahunan.
-Siapa saja dari penduduk Madinah yang datang ke Mekah, maka tidak boleh dikembalikan ke Madinah.
-Kaum muslimin menunda untuk Umroh dan diperbolehkan memasuki kota Mekan pada tahun berikutnya dengan tidak membawa snejata kecuali pedang dalam sarungnya dan senjata pengembara.
-Siapa saja yang data ke Madinah dari kota Mekah harus di kembalikan ke kota Mekah.

Nah, itulah diatas yang sudah dijelaskan mengenai sejarah yang tidak bisa dilupakan begitu saja yaitu Isi perjanjian Hudaibiyah https://kalimat.id/. Dimana pada artikel diatas sudah saya jelaskan dengan lengkap beserta dengan latar belakang terjadinya antara kedua belah pihak antara kaum muslimin dan pihak kaum musyrikin. Tunggu artikel lainnya yang akan membahas sejarah Islam hanya disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.